Select Page

Inilah anugerah musik cutting edge yang bakal jadi ajang paling prestisius sekaligus barometer yang mengukuhkan karya puncak negeri ini.

Perkembangan musik Indonesia, dengan munculnya keberagaman jenis musik, tema lagu, dan berbagai pendekatan baru dalam karya musik, sudah tak bisa diabaikan lagi. Menurut Indra Ameng, pengamat musik, kurator Ruang Rupa sekaligus manager White Shoes and the Couples Company, hibriditas jenis musik yang ada dalam sebuah karya saat ini, menjadikan karya itu tidak bisa dikotak-kotakkan dalam sekat-sekat jenis aliran musik tertentu.

Karya-karya seperti ini sebagian besar diproduksi secara mandiri oleh kaum muda yang tinggal di kota-kota besar. Mereka biasanya bukan lahir dari arus utama. Dan karya seperti inilah yang telah menimbulkan terjadinya pergeseran selera musik di kota-kota besar kita. “Namun demikian, produk musik seperti ini masih sulit diakses apalagi diapresiasi oleh publik secara luas,” kata Indra.

Oleh karena itu, untuk memberikan penghormatan sekaligus pengakuan atas kualitas dan aspek musikalitas mereka, maka sangat penting rasanya untuk dibentuk sebuah ajang penghargaan bagi para musisi terbaik tersebut.

Dan hadirlah konsep ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Award), ajang penghargaan tertinggi dan bergengsi bagi musisi cutting edge Indonesia. Tak tanggung-tanggung, penghargaan ini diselenggarakan oleh kolaborasi ideal antara perusahaan besar dunia sekelas Windows Live bekerja sama dengan MACS909MACS909 adalah perusahaan yang bergerak di bidang integrated communications, yang memiliki idealisme tersendiri akan kreativitas.

Penghargaan ini akan jauh lebih bergengsi karena khusus ditujukan bagi musisi-musisi yang berani keluar dari mainstream. Mereka saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Ratusan album yang telah dirilis ke pasaran dan banyaknya media yang sering mengangkat fenomena ini menandakan bahwa industri musik cutting edge sangat layak diberi penghargaan khusus.

Penghargaan ICEMA ditujukan bagi musisi cutting edge profesional yang telah melahirkan karya-karya handal lewat album-album mereka yang telah disebar ke pasaran (dirilis antara Januari 2008 sampai Maret 2010). Tak kurang dari 5 juri dengan latar belakang yang sangat capable di bidang musik, kini sedang giat menyeleksi ratusan album untuk dijadikan nominator. Juri-juri itu antara lain Danny Sakrie (pengamat musik), Sandra Asteria (Music Director Trax FM), Adib Hidayat (penulis dan Chief Editor Rolling Stones Indonesia), Eric Wiryanata (penulis dan pemilik Deathrockstar), dan Indra Ameng (kurator Ruang Rupa sekaligus manager White Shoes and the Couples Company).

Rencananya, pada 22 April akan diumumkan ratusan musisi yang menjadi nominator ICEMA di Windows Live. Para nominator ini akan dibagi ke dalam puluhan kategori dan dinilai langsung oleh penggemar mereka secara online. Selanjutnya, pada babak final akan ada 5 besar untuk setiap kategori yang diperebutkan. Dan setelah tahap voting selesai, pemenangnya akan diumumkan di malam puncak penghargaan yang disiarkan secara live di stasiun TV nasional.

Tentu, suksesnya acara ini tak akan tercapai tanpa keterlibatan pemilih. Maka partisipasi kita, sangat menentukan, siapa musisi yang bakal keluar sebagai topnya musisi cutting edge Indonesia.