Select Page
ICEMA. Band Building vs Brand Building

Penyelenggaran ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards) adalah sebuah fenomena yang sangat menarik. Ajang ini menyadarkan semua pecinta musik bahwa kita bisa menampilkan karya yang hebat melalui dunia digital. Wah betapa beruntungnya menjadi anak muda di jaman kini. Saya suka merenung dan menyesalkan diri sendiri karena tidak terlahir di jaman sekarang.

Dulu, waktu masih seneng main musik, rasanya seneng banget kalo band kami bisa main di berbagai kafe, club atau disko. Apalagi kalo tempat itu adalah tempat yang cukup ternama. Biasanya tempat itu akan dipenuhi oleh orang-orang yang memang berminat ngeliat pertunjukan musik, sekedar makan malam atau cuma menunggu macet.

Kafe yang ramai pengunjung memberi banyak keuntungan pada semua band yang main di sana. Seneng karena kami bisa menganggap penampilan di kafe tesebut sebagai ajang latihan. Latihan yang sangat lengkap karena selain memperoleh bayaran kami juga mempunyai audiens sehingga kemampuan stage act pun bisa dipraktekkan. Jadi begitulah kami setiap malam mengembara dari satu kafe ke kafe lainnya.

Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan kafe untuk menjaring penonton semakin melemah. Strategi marketing pun diperkuat misalnya dengan cara Ladies Nite untuk mendongkrak pengunjung di hari Rabu. Semua cewe yang dateng akan diberi minuman berdiskon bahkan gratis. Dibuat pula Happy Hours Promosi yang berlaku dari jam 5 sore sampai jam 9 malam yaitu buy 1 get 1 free untuk semua jenis minuman. Segala macam event seperti Blues Nite, Reggae Nite, Beatles Nite dengan band-band ternama diselenggarakan di hari non weekend untuk mendongkrak malam-malam weekdays.

Bagaimana dengan nasib band-band reguler atau biasa disebut dengan home band? Hampir semua kafe kini menambahkan syarat untuk semua band yang ingin audisi di sana. Management kafe mensyaratkan semua home band harus mempunyai crowd sendiri untuk diboyong saat mereka sedang perform. Buat pengelola kafe, lebih baik menampilkan band jelek dengan crowd banyak daripada band bagus tanpa penonton.

Sebuah pukulan telak buat banyak band terutama band baru yang belom mempunyai nama. Di sinilah tantangan buat para pemusik bahwa performance yang bagus aja ga cukup. Mereka juga harus alias wajib membangun crowd. Caranya gimana? Ya tentu saja dengan melakukan strategi marketing. Sebuah band harus memperlakukan nama bandnya sebagai brand. Mereka harus membuat logo yang menarik. Lalu mulailah berpromosi. Pertanyaan selanjutnya; gimana caranya? Darimana duitnya?

Umumnya pemain band ga ada yang gatek. Itu adalah suatu keuntungan. Bukalah account di Yotube atau MySpace. Uploadlah lagu-lagu kita di sana. Bikin video clip dengan kamera sendiri. Lalu hubungkan chanel kita dengan chanel orang lain sebanyak mungkin. Minta mereka mendengarkan lagu kita dan minta mereka kasih komen. Balas komen mereka lalu ajak user lainnya untuk menanggapi lagi. Biarkan interaksi terjadi pada semua user, jadikan chanel kita tempat yang menyenangkan. Usahakan hubungan terbangun seperti teman. Bukan sebagai artis dan fans. Dan apa yang terjadi? Teman-teman Anda akan mengundang teman-temannya lagi ke chanel Anda.

Gunakan juga Micro blogging Twitter. Undanglah follower sebanyak-banyaknya. Secara berkala kirimkan URL di mana kita baru saja mengupload sesuatu, entah itu lagu, video clips atau sekedar news. Intinya adalah menambah fans sebanyaknya dan memelihara member yang ada agar tetap setia.

Selanjutnya bikinlah account di Facebook dan undang teman sebanyak mungkin. Kalo udah melebihi kapasitas, buatlah groups dan pages. Di Facebook, Group dan Page ga dibatasi jumlah membernya. Anda bisa meraih jutaan member kalo mau. Sebisa mungkin ada admin yang mengurus semua account kita. Group harus setiap hari di update. Misalnya dengan memberikan jadwal band kita main di mana, jam berapa dan pada mau minta lagu apa. Dengan pendekatan seperti ini, para member akan merasa diperlakukan special. Dengan senang hati mereka akan menyempatkan diri untuk melihat kita main.

Sebisa mungkin kumpulkanlah database dari semua member yang kita kumpulkan. Minimal nama, email dan nomer telpon mereka harus dicatat. Apabila Band kita hendak main di event tertentu, kita bisa memberitahu mereka dengan mengirim email blast atau sms blast.

Semua account di internet tentunya mempunya fasiltas profile picture bukan? Gunakanlah logo Band kita di semua account. Dengan demikian orang dengan mudah akan mengetahui bahwa ini adalah account yang sama dengan account yang kita buat di tempat lain. Inilah yang biasa orang marketing sebut dengan integrated communication. Tanpa disadari, kita telah melakukan kampanye marketing yang gemanya besar tanpa keluar uang. Di situlah memang kehebatan online marketing.

Jangan berhenti sampai di sini. Setiap kali band kita manggung, usahakanlah berfoto dengan semua member/fans Anda. Besok paginya upload lagi di semua account kita. Di facebook kita tag mereka agar semuanya tau bahwa kita peduli sama mereka. Bukan hanya di FB tapi di semua account yang kita punya. Ingat! Semakin banyak account yang kita buat akan semakin baik.

Nah! Begitu juga yang terjadi di ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards). Kalo sebuah band ingin menang tentu musik yang bagus saja ga cukup. Mengapa? Karena pemilihan pemenang ditentukan berdasarkan voting dari user. Hanya band/lagu/penyanyi yang punya penggemar paling banyaklah yang akan menang. Lalu? Apakah kita harus berputus asa? Jangan! Ayo manfaatkan social media untuk membangun community. Ayo gunakan semua strategi online untuk membangun brand.

Ingat membangun BAND sekarang ini ga cukup kalo ga diikuti dengan membangun BRAND. Pemain gitar, pemain bass, drum atau penyanyi harus juga bertindak sebagai orang marketing. Di jaman digital ini kemampuan marketing harus dimiliki semua orang tanpa kecuali. Awarding Nite ICEMA akan diadakan pada bulan Juli, jadi masih banyak waktu untuk membangun komunitas. Kualitas musik yang bagus dipadu dengan strategi marketing yang baik akan menghadiahkan prestasi yang hebat.

Sejak launching ICEMA tanggal 29 April lalu hingga hari ini, pengunjung ICEMA telah mencapai 308.442 visitors. Sudah banyak pengunjung yang memberikan suaranya baik untuk ICEMA maupun untuk Best Newcomer. Di Comments Page juga cukup banyak yang memberikan komentar. Sebagian besar alhamdulillah sambutannya positif. Sebagian ada juga yang menanyakan “Kenapa sih pemenangnya ga ditentukan oleh juri aja?” Sudah kami jawab bahwa penikmat lagu itu adalah konsumen. Bukan juri.

Ada lagi yang mempertanyakan “Kenapa sih penyelenggarannya di internet?” Jawabannya sederhana. Kalo musik yang dilombakan adalah musik-musik cutting edge, ya penyelenggaraannya harus cutting edge juga dong.

Budiman hakim
Copywriter/pengamat musik